Semua orang dewasa
pasti pernah mengalami masa remaja, namun bukan berarti mereka lantas paham
betul dengan berbagai sifat remaja yang kebanyakan cenderung labil. Kurangnya
pengetahuan atau tidak ada pemahaman akan sifat remaja inilah yang kerap menimbulkan
dampak buruk dalam suatu keluarga.
Tidak sedikit anak
remaja yang kemudian memberontak atau melakukan hal-hal buruk hanya karena para
orang tua tidak memahami karakter dan sifat anak remaja mereka. Terkadang
banyak pula yang tidak tahu bagaimana cara menangani sifat remaja yang cenderung berubah-ubah, labil,
dan kadang tidak tertebak.
·
Batasan
Usia Remaja
Remaja adalah anak
dengan usia sekitar 12 tahun hingga 20 tahun, namun batasan umur ini bisa
bermacam-macam menurut beberapa psikolog remaja. Di usia-usia seperti itu,
anak kerap mencari identitas diri. Tak jarang mereka sengaja membentuk karakter
dan sifat remaja dengan cara meniru orang lain.
Keluarga, teman,
atau tokoh-tokoh tertentu adalah beberapa contoh orang yang biasanya menjadi
panutan para remaja untuk membentuk suatu kepribadian. Hal inilah
yang kadang kerap menjadi masalah, di mana mereka terkadang belum bisa memahami
perbedaan hal positif dan negatif.
Bayangkan bila
mereka mencontoh figur yang salah, figur yang memiliki banyak sifat buruk dan
negatif, hal ini tentu berakibat buruk pula bagi para remaja. Sayangnya,
terkadang hal-hal negatif tersebut memang terlihat menyenangkan bagi para
remaja sehingga mereka mencontohnya. Misalnya saja mengebut dengan motor, merokok, sering bermain saat belajar, dan
lain-lain.
· Tips
Menangani Anak Remaja
Sifat remaja
memang dipengaruhi oleh banyak hal, terutama oleh orang-orang yang ia kenal.
Berikut ini adalah beberapa tips, khususnya bagi orang tua, untuk menjaga agar
anak remaja mereka tidak terjebak pada hal yang negatif.
Usia remaja memang
usia yang mudah dipengaruhi, orang tua sebaiknya memahami hal ini. Tanamkan pendidikan moral sejak dini, pengaruhi mereka
dengan hal-hal positif, sehingga ketika mereka menemukan sesuatu yang buruk,
mereka sedikit bisa mengendalikan diri dan menolak hal buruk tersebut.
Selalu jalinlah komunikasi dengan anak yang sedang
menginjak usia remaja. Anak remaja adalah anak yang sangat membutuhkan
perhatian. Berbeda dengan anak kecil, bila remaja tidak dipedulikan sedikit
saja, mereka bisa tersinggung, merasa dikucilkan, atau malah menjadi marah.
Selain memahami
sifat remaja, orang tua juga harus memahami kemampuan anak mereka. Misalnya,
belajar terus-menerus memang sangat bagus bagi pendidikan, namun kadang anak
remaja cepat sekali merasa jenuh. Orang tua harus memahami hal ini dan jangan
terlalu memaksa apabila anak sudah merasa tidak mampu. Selingi mereka dengan hiburan,
misalnya menonton televisi atau diajak berjalan-jalan ke suatu tempat.
Tidak semua
keinginan anak harus dipenuhi, terapkan pengertian ini pada anak remaja
sehingga mereka tidak menjadi manja. Bila mereka meminta sesuatu yang tidak
penting atau bisa berakibat buruk, beri pengertian pada mereka bahwa itu
merupakan hal yang tidak baik. Sebisa mungkin katakan dengan sangat halus,
jangan menolak dan melarang dengan kata kasar atau bernada bicara tinggi.
Selalu awasi
pergaulan anak. Orang tua harus ingat bahwa sifat remaja bisa dipengaruhi oleh
lingkungan sekitarnya, termasuk pergaulan dengan teman-temannya. Mengawasi
bukan berarti harus mengikuti ke manapun anak pergi. Namun orang tua berhak
tahu siapa saja teman anak, ke mana mereka biasa pergi bermain,
dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar