Minggu, 12 Februari 2012

Mengenal dan Memahami Sifat-Sifat Remaja


 Semua orang dewasa pasti pernah mengalami masa remaja, namun bukan berarti mereka lantas paham betul dengan berbagai sifat remaja yang kebanyakan cenderung labil. Kurangnya pengetahuan atau tidak ada pemahaman akan sifat remaja inilah yang kerap menimbulkan dampak buruk dalam suatu keluarga.
Tidak sedikit anak remaja yang kemudian memberontak atau melakukan hal-hal buruk hanya karena para orang tua tidak memahami karakter dan sifat anak remaja mereka. Terkadang banyak pula yang tidak tahu bagaimana cara menangani sifat remaja yang cenderung berubah-ubah, labil, dan kadang tidak tertebak.

·         Batasan Usia Remaja
Remaja adalah anak dengan usia sekitar 12 tahun hingga 20 tahun, namun batasan umur ini bisa bermacam-macam menurut beberapa psikolog remaja. Di usia-usia seperti itu, anak kerap mencari identitas diri. Tak jarang mereka sengaja membentuk karakter dan sifat remaja dengan cara meniru orang lain.
Keluarga, teman, atau tokoh-tokoh tertentu adalah beberapa contoh orang yang biasanya menjadi panutan para remaja untuk membentuk suatu kepribadian. Hal inilah yang kadang kerap menjadi masalah, di mana mereka terkadang belum bisa memahami perbedaan hal positif dan negatif.
Bayangkan bila mereka mencontoh figur yang salah, figur yang memiliki banyak sifat buruk dan negatif, hal ini tentu berakibat buruk pula bagi para remaja. Sayangnya, terkadang hal-hal negatif tersebut memang terlihat menyenangkan bagi para remaja sehingga mereka mencontohnya. Misalnya saja mengebut dengan motor, merokok, sering bermain saat belajar, dan lain-lain.

·         Tips Menangani Anak Remaja
Sifat remaja memang dipengaruhi oleh banyak hal, terutama oleh orang-orang yang ia kenal. Berikut ini adalah beberapa tips, khususnya bagi orang tua, untuk menjaga agar anak remaja mereka tidak terjebak pada hal yang negatif.
Usia remaja memang usia yang mudah dipengaruhi, orang tua sebaiknya memahami hal ini. Tanamkan pendidikan moral sejak dini, pengaruhi mereka dengan hal-hal positif, sehingga ketika mereka menemukan sesuatu yang buruk, mereka sedikit bisa mengendalikan diri dan menolak hal buruk tersebut.
Selalu jalinlah komunikasi dengan anak yang sedang menginjak usia remaja. Anak remaja adalah anak yang sangat membutuhkan perhatian. Berbeda dengan anak kecil, bila remaja tidak dipedulikan sedikit saja, mereka bisa tersinggung, merasa dikucilkan, atau malah menjadi marah.

Selain memahami sifat remaja, orang tua juga harus memahami kemampuan anak mereka. Misalnya, belajar terus-menerus memang sangat bagus bagi pendidikan, namun kadang anak remaja cepat sekali merasa jenuh. Orang tua harus memahami hal ini dan jangan terlalu memaksa apabila anak sudah merasa tidak mampu. Selingi mereka dengan hiburan, misalnya menonton televisi atau diajak berjalan-jalan ke suatu tempat.

Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi, terapkan pengertian ini pada anak remaja sehingga mereka tidak menjadi manja. Bila mereka meminta sesuatu yang tidak penting atau bisa berakibat buruk, beri pengertian pada mereka bahwa itu merupakan hal yang tidak baik. Sebisa mungkin katakan dengan sangat halus, jangan menolak dan melarang dengan kata kasar atau bernada bicara tinggi.
Selalu awasi pergaulan anak. Orang tua harus ingat bahwa sifat remaja bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, termasuk pergaulan dengan teman-temannya. Mengawasi bukan berarti harus mengikuti ke manapun anak pergi. Namun orang tua berhak tahu siapa saja teman anak, ke mana mereka biasa pergi bermain, dan lain-lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar