Sudah cukup lama dirasakan adanya ketidakseimbangan antara perkembangan intelektual dan emosional remaja di sekolah menegah (SLTP/ SLTA). Kemampuan intelektual mereka telah dirangsang sejak awal melalui berbagai macam sarana dan prasarana yang disiapkan di rumah dan di sekolah. Mereka telah dibanjiri berbagai informasi, pengertian-pengertian, serta konsep-konsep pengetahuan melalui media massa (televisi, video, radio, dan film) yang semuanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan para remaja sekarang. Dari segi fisik, para remaja sekarang juga cukup terpelihara dengan baik sehingga mempunyai ukuran tubuh yang sudah tampak dewasa, tetapi mempuyai emosi yang masih seperti anak kecil. Terhadap kondisi remaja yang demikian, banyak orang tua yang tidak berdaya berhadapan dengan masalah membesarkan dan mendewasakan anak-anak di dalam masyarakat yang berkembang begitu cepat, yang berbeda secara radikal dengan dunia di masa remaja mereka dulu.
Masalah Remaja Di Sekolah Remaja yang masih sekolah di SLTP/ SLTA selalu mendapat banyak hambatan atau masalah yang biasanya muncul dalam bentuk perilaku. Berikut ada lima daftar masalah yang selalu dihadapi para remaja di sekolah.
1. Perilaku Bermasalah (problem behavior). Masalah perilaku yang dialami remaja di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dampak perilaku bermasalah yang dilakukan remaja akan menghambat dirinya dalam proses sosialisasinya dengan remaja lain, dengan guru, dan dengan masyarakat. Perilaku malu dalam dalam mengikuti berbagai aktvitas yang digelar sekolah misalnya, termasuk dalam kategori perilaku bermasalah yang menyebabkan seorang remaja mengalami kekurangan pengalaman. Jadi problem behaviour akan merugikan secara tidak langsung pada seorang remaja di sekolah akibat perilakunya sendiri.
2. Perilaku menyimpang (behaviour disorder). Perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku yang kacau yang menyebabkan seorang remaja kelihatan gugup (nervous) dan perilakunya tidak terkontrol (uncontrol). Memang diakui bahwa tidak semua remaja mengalami behaviour disorder. Seorang remaja mengalami hal ini jika ia tidak tenang, unhappiness dan menyebabkan hilangnya konsentrasi diri. Perilaku menyimpang pada remaja akan mengakibatkan munculnya tindakan tidak terkontrol yang mengarah pada tindakan kejahatan. Penyebab behaviour disorder lebih banyak karena persoalan psikologis yang selalu menghantui dirinya.
3. Penyesuaian diri yang salah (behaviour maladjustment). Perilaku yang tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keinginan mencari jalan pintas dalam menyelesaikan sesuatu tanpa mendefinisikan secara cermat akibatnya. Perilaku menyontek, bolos, dan melangar peraturan sekolah merupakan contoh penyesuaian diri yang salah pada remaja di sekolah menegah (SLTP/SLTA).
4. Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder). Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak mampu membedakan antara perilaku benar dan salah. Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang dari aturan yang berlaku di sekolah. Penyebabnya, karena sejak kecil orangtua tidak bisa membedakan perilaku yang benar dan salah pada anak. Wajarnya, orang tua harus mampu memberikan hukuman (punisment) pada anak saat ia memunculkan perilaku yang salah dan memberikan pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan perilaku yang baik atau benar. Seorang remaja di sekolah dikategorikan dalam conduct disorder apabila ia memunculkan perikau anti sosial baik secara verbal maupun secara non verbal seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan temannya . Selain itu, conduct disordser juga dikategorikan pada remaja yang berperilaku oppositional deviant disorder yaitu perilaku oposisi yang ditunjukkan remaja yang menjurus ke unsur permusuhan yang akan merugikan orang lain.
5. Attention Deficit Hyperactivity disorder, yaitu anak yang mengalami defisiensi dalam perhatian dan tidak dapat menerima impul-impuls sehingga gerakan-gerakannya tidak dapat terkontrol dan menjadi hyperactif. Remaja di sekolah yang hyperactif biasanya mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian sehingga tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya atau tidak dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. Jika diajak berbicara, remaja yang hyperactif tersebut tidak memperhatikan lawan bicaranya. Selain itu, anak hyperactif sangat mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar serta mengalami kesulitan dalam bermain bersama dengan temannya.
Peranan Lembaga Pendidikan Untuk tidak segera mengadili dan menuduh remaja sebagai sumber segala masalah dalam kehidupan di masyarakat, barangkali baik kalau setiap lembaga pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat) mencoba merefleksikan peranan masing-masing.
Pertama, lembaga keluarga adalah lembaga pendidikan yang utama dan pertama.
Kehidupan kelurga yang kering, terpecah-pecah (broken home), dan tidak harmonis akan menyebebkan anak tidak kerasan tinggal di rumah. Anak tidak mersa aman dan tidak mengalami perkembangan emosional yang seimbang. Akibatnya, anak mencari bentuk ketentraman di luar keluarga, misalnya gabung dalam group gang, kelompok preman dan lain-lain. Banyak keluarga yang tak mau tahu dengan perkembangan anak-anaknya dan menyerahkan seluruh proses pendidikan anak kepada sekolah. Kiranya keliru jika ada pendapat yang mengatakan bahwa tercukupnya kebutuhan-kebutuhan materiil menjadi jaminan berlangsungnya perkembangan kepribadian yang optimal bagi para remaja.
Kedua, bagaimana pembinaan moral dalam lembaga keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kontras tajam antara ajaran dan teladan nyata dari orang tua, guru di sekolah, dan tokoh-tokoh panutan di masyarakat akan memberikan pengaruh yang besar kepada sikap, perilaku, dan moralitas para remaja. Kurang adanya pembinaan moral yang nyata dan pudarnya keteladanan para orangtua ataupun pendidik di sekolah menjadi faktor kunci dalam proses perkembangan kepribadian remaja. Secara psikologis, kehidupan remaja adalah kehidupan mencari idola. Mereka mendambakan sosok orang yang dapat dijadikan panutan. Segi pembinaan moral menjadi terlupakan pada saat orang tua ataupun pendidik hanya memperhatikan segi intelektual. Pendidikan disekolah terkadang terjerumus pada formalitas pemenuhan kurikulum pendidikan, mengejar bahan ajaran, sehingga melupakan segi pembinaan kepribadian penanaman nilai-nilai pendidikan moral dan pembentukan sikap.
Ketiga, bagaimana kehidupan sosial ekonomi keluarga dan masyarakat apakah mendukung optimalisasi perkembangan remaja atau tidak.
Saat ini, banyak anak-anak di kota-kota besar seperti Jakarta sudah merasakan kemewahan yang berlebihan. Segala keinginannya dapat dipenuhi oleh orangtuanya. Kondisi semacam ini sering melupakan unsur-unsur yang berkaitan dengan kedewasaan anak. Pemenuhan kebutuhan materiil selalu tidak disesuaikan dengan kondisi dan usia perkembangan anak. Akibatnya, anak cenderung menjadi sok malas, sombong, dan suka meremehkan orang lain.
Keempat, bagaimana lembaga pendidikan di sekolah dalam memberikan bobot yang proposional antara perkembangan kognisi, afeksi, dan psikomotor anak.
Akhir-akhir ini banyak dirasakan beban tuntutan sekolah yang terlampau berat kepada para peserta didik. Siswa tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga dipaksa oleh orangtua untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dan mengikuti les tambahan di luar sekolah. Faktor kelelahan, kemampuan fisik dan kemampuan inteligensi yang terbatas pada seorang anak sering tidak diperhitungkan oleh orangtua. Akibatnya, anak-anak menjadi kecapaian dan over acting, dan mengalami pelampiasan kegembiraan yang berlebihan pada saat mereka selesai menghadapi suasana yang menegangkan dan menekan dalam kehidupan di sekolah.
Kelima, bagaimana pengaruh tayangan media massa baik media cetak maupun elektronik yang acapkali menonjolkan unsur kekerasan dan diwarnai oleh berbagai kebrutalan.
Pengaruh-pengaruh tersebut maka munculah kelompok-kelompok remaja, gang-gang yang berpakaian serem dan bertingkah laku menakutkan yang hampir pasti membuat masyarakat prihatin dan ngeri terhadap tindakan-tindakan mereka. Para remaja tidak dipersatukan oleh suatu identitas yang ideal. Mereka hanya himpunan anak-anak remaja atau pemuda-pemudi, yang malahan memperjuangkan sesuatu yang tidak berharga (hura-hura), kelompok yang hanya mengisi kekosongan emosional tanpa tujuan jelas.
Apa Jalan Keluar Kita?
Siswa-siswi SLTP/SLTA adalah siswa-siswi yang berada dalam golongan usia remaja, usia mencari identitas dan eksistensi diri dalam kehidupan di masyarakat. Dalam proses pencarian identitas itu, peran aktif dari ketiga lembaga pendidikan akan banyak membantu melancarkan pencapaian kepribadian yang dewasa bagi para remaja. Ada beberapa hal kunci yang bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan.
Pertama, memberikan kesempatan untuk mengadakan dialog untuk menyiapkan jalan bagi tindakan bersama.
Sikap mau berdialog antara orangtua, pendidik di sekolah, dan masyarakat dengan remaja pada umumnya adalah kesempatan yang diinginkan para remaja. Dalam hati sanubari para remaja tersimpan kebutuhan akan nasihat, pengalaman, dan kekuatan atau dorongan dari orang tua. Tetapi sering kerinduan itu menjadi macet bila melihat realitas mereka dalam keluarga, di sekolah ataupun dalam lingkungan masyarakat yang tidak memungkinkan karena antara lain begitu otoriter dan begitu bersikap monologis. Menyadari kekurangan ini, lembaga-lembaga pendidikan perlu membuka kesempatan untuk mengadakan dialog dengan para remaja, kaum muda dan anak-anak, entah dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Kedua, menjalin pergaulan yang tulus.
Dewasa ini jumlah orang tua yang bertindak otoriter terhadap anak-anak mereka sudah jauh berkurang. Namun muncul kecenderungan yang sebaliknya, yaitu sikap memanjakan anak secara berlebihan. Banyak orang tua yang tidak berani mengatakan tidak terhadap anak-anak mereka supaya tidak dicap sebagai orangtua yang tidak mempercayai anak-anaknya, untuk tidak dianggap sebagai orangtua kolot, konservatif dan ketinggalan jaman.
Ketiga, memberikan pendampingan, perhatian dan cinta sejati.
Ada begitu banyak orangtua yang mengira bahwa mereka telah mencintai anak-anaknya. Sayang sekali bahwa egoisme mereka sendiri menghalang-halangi kemampuan mereka untuk mencintaianak secara sempurna. “Saya telah memberikan segala-galanya”, itulah keluhan seorang ibu yang merasa kecewa karena anak-anaknya yang ugal-ugalan di sekolah dan di masyarakat. Anak saya anak yang tidak tahu berterima kasih, katanya.
Yang perlu dipahami bahwa setiap individu memerlukan rasa aman dan merasakan dirinya dicintai. Sejak lahir satu kebutuhan pokok yang yang pertama-tama dirasakan manusia adalah kebutuhan akan “kasih sayang” yang dalam masa perkembangan selanjutnya di usia remaja, kasih sayang, rasa aman, dan perasaan dicintai sangat dibutuhkan oleh para remaja. Dengan usaha-usaha dan perlakuan-perlakuan yang memberikan perhatian, cinta yang tulus, dan sikap mau berdialog, maka para remaja akan mendapatkan rasa aman, serta memiliki keberanian untuk terbuka dalam mengungkapkan pendapatnya.
Lewat kondisi dan suasana hidup dalam keluarga, lingkungan sekolah, ataupun lingkungan masyarakat seperti di atas itulah para remaja akan merasa terdampingi dan mengalami perkembangan kepribadian yang optimal dan tidak terkungkung dalam perasaan dan tekanan-tekanan batin yang mencekam. Dengan begitu gaya hidup yang mereka tampilkan benar-benar merupakan proses untuk menemukan identitas diri mereka sendiri yang sebenarnya.
Selasa, 21 Februari 2012
Permasalahan remaja
Masa yang paling indah adalah masa remaja.
Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
ketidakstabilan emosi.
adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
Senang bereksperimentasi.
Senang bereksplorasi.
Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Beberapa permasalahan utama yang sering dialami oleh remaja, yaitu:
Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
Cinta dan Hubungan Heteroseksual
Permasalahan Seksual
Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.
Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.
Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.
Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.
Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.
Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
ketidakstabilan emosi.
adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
Senang bereksperimentasi.
Senang bereksplorasi.
Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Beberapa permasalahan utama yang sering dialami oleh remaja, yaitu:
Permasalahan Fisik dan Kesehatan
Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).
Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.
Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.
Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
Cinta dan Hubungan Heteroseksual
Permasalahan Seksual
Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama
Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:
Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.
Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.
Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.
Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).
Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.
Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.
Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.
Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.
Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.
Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.
Sabtu, 18 Februari 2012
Arti Pentingnya Sahabat
** Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu
teman yang
mementingkan diri sendiri **
P E R S A H A B A T A N
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan
menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai
yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan
sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses
yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat
menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka,
dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu -
ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan
kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari
perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi
menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari
kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah
kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan
kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena
tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang
berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang
berada di samping anda ??
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan,
kita mengenal teman-teman kita **
mementingkan diri sendiri **
P E R S A H A B A T A N
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan
menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai
yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan
sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses
yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat
menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka,
dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu -
ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan
kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari
perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi
menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari
kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah
kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan
kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan
mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena
tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang
berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang
berada di samping anda ??
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??
Siapa yang ingin bersama anda saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT ANDA
Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda dengan mereka.
** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam kesengsaraan,
kita mengenal teman-teman kita **
Persahabatan adalah suatu keadaan di mana saling percaya,
saling membutuhkan, saling menghargai, saling merasakan, dan saling berbagi.
Persahabatan tidak hanya teman sekedar dekat secara fisik dalam hal apapun,
tapi persahabatan juga bisa dalam keadaan jauh, tapi hatilah dekat. Jika kita
mengaku bersahabat…
maka kita tidak hanya menangis bila sahabat bersedih… tapi
kita mengerti apa yang membuatnya bersedih, seperti apa perasaannya, dan kita
takkan biarkan sesuatu yang membutnya bersedih datang kembali.
kita juga tidak hanya tersenyum dan senang bila sahabat
bahagia, tapi kita tahu.. bagaimana kita memberikan kebahagiaan itu lagi
padanya?
Kitapun tidak hanya melindungi sahabat kita jika mara bahaya
datang padanya. Tapi… bagaimana agar ia tak tahu bahwa bahaya akan membuatnya
bersedih?
Bagiku persahabatan adalah segalanya. Why? Karena aku dapat
belajar banyak tentang kehidupan dari persahabatan. Hal itu nggak pernah aku
rasakan sebelumnya karena dulu aku menganggap bahwa persahabatan itu hanya omng
kosong. Padahal setelah aku tahu,… persahabatan itu indah… indah sekali..ada
suka… ada duka… ada tawa… ada tangis… ada seteru…tapi sayang… rasa itu adalah
putaran roda dalam persahabatan.
Maka jangan sampai suatu persahabatan pecah karena satu nila,
yang mengakibatkan semua kenangan tentang persahabatan terhapus begitu saja.
untuk sahabatku…. terimakasih untuk segalanya..
aku memuji kabaikan kalian…
Aku sayang kalian…. :)
Menghargai Orang Lain
Mungkin Anda pernah merasa kesal karena orang lain tidak
menghargai Anda. Barangkali Anda juga sering marah karena orang lain tidak
memerhatikan Anda.
Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda pun mungkin sekali kurang menghargai orang lain atau sering terlalu memperhatikan diri sendiri sehingga lupa memerhatikan orang lain di sekitar Anda? Nah, mungkin inilah yang harus Anda lakukan: menghargai orang lain. Bagaimana caranya? Simak yang berikut.
Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda pun mungkin sekali kurang menghargai orang lain atau sering terlalu memperhatikan diri sendiri sehingga lupa memerhatikan orang lain di sekitar Anda? Nah, mungkin inilah yang harus Anda lakukan: menghargai orang lain. Bagaimana caranya? Simak yang berikut.
Mengapa Harus Menghargai Orang Lain?
Suka atau tidak, kita hidup dengan berinteraksi dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara kita membina hubungan baik dengan orang lain agar hidup kita menjadi lebih menyenangkan?
Suka atau tidak, kita hidup dengan berinteraksi dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara kita membina hubungan baik dengan orang lain agar hidup kita menjadi lebih menyenangkan?
·
Saling Membutuhkan
Pernahkah Anda membayangkan jika segala sesuatu harus dilakukan sendiri: menanam padi sendiri untuk mendapatkan beras; menanam tumbuhan untuk membuat pakaian dan menjahit pakaian sendiri; membangun rumah sendiri dari awal; membuat kendaraan sendiri; mencuci baju sendiri; memasak sendiri; membersihkan rumah sendiri; dan mengambil keputusan sendiri? Pasti itu sangat melelahkan, merepotkan, atau bahkan tidak mungkin dilakukan.
Pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri dengan baik. Guru membutuhkan murid, penulis membutuhkan pembaca, produsen membutuhkan konsumen, perusahaan membutuhkan karyawan dan konsumen, serta pemimpin membutuhkan anak buah. Tentu saja kondisi ini berlaku pula sebaliknya. Jadi intinya: kita semua saling membutuhkan.
Pernahkah Anda membayangkan jika segala sesuatu harus dilakukan sendiri: menanam padi sendiri untuk mendapatkan beras; menanam tumbuhan untuk membuat pakaian dan menjahit pakaian sendiri; membangun rumah sendiri dari awal; membuat kendaraan sendiri; mencuci baju sendiri; memasak sendiri; membersihkan rumah sendiri; dan mengambil keputusan sendiri? Pasti itu sangat melelahkan, merepotkan, atau bahkan tidak mungkin dilakukan.
Pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri dengan baik. Guru membutuhkan murid, penulis membutuhkan pembaca, produsen membutuhkan konsumen, perusahaan membutuhkan karyawan dan konsumen, serta pemimpin membutuhkan anak buah. Tentu saja kondisi ini berlaku pula sebaliknya. Jadi intinya: kita semua saling membutuhkan.
·
Saling Menguntungkan
Selain saling membutuhkan, ternyata kita semua juga bisa saling menguntungkan. Kita merasa beruntung karena bisa berbagi dengan orang lain: kita mendapat pemasukan uang dan mendapat kepuasan karena ada orang lain yang mau menggunakan hasil karya kita. Orang lain juga merasa diuntungkan dengan kebaradaan kita karena mereka bisa mendapatkan apa yang mereka perlukan dari kita.
Misalnya, murid merasa diuntungkan karena ada guru yang mau berbagai ilmu dan keterampilan. Sebaliknya, guru juga merasa diuntungkan karena ia bisa membagi ilmu dan keterampilan kepada orang lain dan mendapat pemasukan dari pekerjaannya. Produsen merasa diuntungkan karena ada pembeli. Sebaliknya, pembeli juga merasa diuntungkan karena bisa mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan tanpa harus repot membuatnya sendiri.
Selain saling membutuhkan, ternyata kita semua juga bisa saling menguntungkan. Kita merasa beruntung karena bisa berbagi dengan orang lain: kita mendapat pemasukan uang dan mendapat kepuasan karena ada orang lain yang mau menggunakan hasil karya kita. Orang lain juga merasa diuntungkan dengan kebaradaan kita karena mereka bisa mendapatkan apa yang mereka perlukan dari kita.
Misalnya, murid merasa diuntungkan karena ada guru yang mau berbagai ilmu dan keterampilan. Sebaliknya, guru juga merasa diuntungkan karena ia bisa membagi ilmu dan keterampilan kepada orang lain dan mendapat pemasukan dari pekerjaannya. Produsen merasa diuntungkan karena ada pembeli. Sebaliknya, pembeli juga merasa diuntungkan karena bisa mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan tanpa harus repot membuatnya sendiri.
·
Saling Mengisi
Tidak ada satu orang pun yang benar-benar serupa dengan orang lain. Anak kembar sekalipun memiliki perbedaan. Kita memiliki perbedaan dalam kepribadian, talenta, kemampuan, gaya hidup, kebiasaan, dan kebutuhan. Namun perbedaan inilah yang membuat hidup menjadi lebih kaya, bervariasi, dan menyenangkan karena kita bisa saling mengisi.
Banyak restoran muncul karena banyak orang tidak bisa memasak masakan seperti masakan yang disajikan restoran itu, atau karena tidak ada waktu untuk melakukan aktivitas memasak. Banyak kursus bahasa asing juga muncul karena ada orang yang sudah fasih berbahasa asing, sementara ada juga orang yang ingin atau perlu belajar bahasa asing.
Tidak ada satu orang pun yang benar-benar serupa dengan orang lain. Anak kembar sekalipun memiliki perbedaan. Kita memiliki perbedaan dalam kepribadian, talenta, kemampuan, gaya hidup, kebiasaan, dan kebutuhan. Namun perbedaan inilah yang membuat hidup menjadi lebih kaya, bervariasi, dan menyenangkan karena kita bisa saling mengisi.
Banyak restoran muncul karena banyak orang tidak bisa memasak masakan seperti masakan yang disajikan restoran itu, atau karena tidak ada waktu untuk melakukan aktivitas memasak. Banyak kursus bahasa asing juga muncul karena ada orang yang sudah fasih berbahasa asing, sementara ada juga orang yang ingin atau perlu belajar bahasa asing.
·
Saling Menguatkan
Selain perbedaan, persamaan pun bisa menguntungkan. Orang-orang yang memiliki persamaan bisa saling bekerja sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, begitu kata pepatah. Rupanya pepatah ini muncul dari kesadaran bahwa dengan bekerja sama, segala sesuatu akan terasa lebih mudah.
Masalah menjadi lebih ringan dan menjadi lebih mudah dicarikan solusinya jika dipecahkan bersama. Pekerjaan berat akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.
Selain perbedaan, persamaan pun bisa menguntungkan. Orang-orang yang memiliki persamaan bisa saling bekerja sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, begitu kata pepatah. Rupanya pepatah ini muncul dari kesadaran bahwa dengan bekerja sama, segala sesuatu akan terasa lebih mudah.
Masalah menjadi lebih ringan dan menjadi lebih mudah dicarikan solusinya jika dipecahkan bersama. Pekerjaan berat akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.
Bagaimana Menghargai Orang Lain?
Tahukah Anda bahwa orang lain akan lebih menghargai orang yang menghargai mereka? Nah, sebelum kita menuntut orang lain menghargai kita, kita perlu terlebih dahulu menghargai mereka. Kuncinya hanya satu: buat orang lain merasa penting dan berharga.
Tahukah Anda bahwa orang lain akan lebih menghargai orang yang menghargai mereka? Nah, sebelum kita menuntut orang lain menghargai kita, kita perlu terlebih dahulu menghargai mereka. Kuncinya hanya satu: buat orang lain merasa penting dan berharga.
Langkah 1: Kenali Orang-orang Sekitar
Tiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Orang-orang yang paling sering berhubungan dengan kita adalah mereka yang berada di sekitar kita: keluarga, tetangga, dan rekan sekerja. Nah, kenali orang-orang di sekitar kita. Perhatikan bahwa kita memiliki persamaan dan perbedaan dengan mereka. Dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk bekerja sama dengan mereka dan menghargai mereka.
“Aduh, si Idah sering membuat saya kesal. Saya minta tolong panggilkan taksi biru, ternyata yang dipanggil adalah taksi kuning. Saya minta dibelikan bawang putih, yang dibawa pulang adalah bawang merah,” begitu cerita seorang teman.
Ternyata setelah diselidiki lebih jauh, Idah mempunyai kelemahan mengingat instruksi yang terlalu panjang. Ia cenderung mengingat kalimat terakhir yang diucapkan, apalagi jika kalimat tersebut diulang dua kali.
Sementara itu, teman penulis seringkali merasa khawatir instruksinya tidak dimengerti, sehingga cenderung mengulang “larangan” daripada “instruksi intinya”. Jadi tidak heran jika teman penulis berkata “Idah, tolong panggilkan taksi biru ya, jangan yang kuning. Sekali lagi, jangan yang kuning,” maka yang datang adalah justru taksi kuning. Setelah teman tersebut memahami perbedaan antara ia dan Idah, ia pun bisa mengubah strateginya dalam memberikan instruksi.
Ia selalu menempatkan instruksi di kalimat akhir dan diulang. Sejak saat itu penulis tidak lagi mendengar keluhan dari teman tersebut.
Tiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Orang-orang yang paling sering berhubungan dengan kita adalah mereka yang berada di sekitar kita: keluarga, tetangga, dan rekan sekerja. Nah, kenali orang-orang di sekitar kita. Perhatikan bahwa kita memiliki persamaan dan perbedaan dengan mereka. Dengan demikian akan lebih mudah bagi kita untuk bekerja sama dengan mereka dan menghargai mereka.
“Aduh, si Idah sering membuat saya kesal. Saya minta tolong panggilkan taksi biru, ternyata yang dipanggil adalah taksi kuning. Saya minta dibelikan bawang putih, yang dibawa pulang adalah bawang merah,” begitu cerita seorang teman.
Ternyata setelah diselidiki lebih jauh, Idah mempunyai kelemahan mengingat instruksi yang terlalu panjang. Ia cenderung mengingat kalimat terakhir yang diucapkan, apalagi jika kalimat tersebut diulang dua kali.
Sementara itu, teman penulis seringkali merasa khawatir instruksinya tidak dimengerti, sehingga cenderung mengulang “larangan” daripada “instruksi intinya”. Jadi tidak heran jika teman penulis berkata “Idah, tolong panggilkan taksi biru ya, jangan yang kuning. Sekali lagi, jangan yang kuning,” maka yang datang adalah justru taksi kuning. Setelah teman tersebut memahami perbedaan antara ia dan Idah, ia pun bisa mengubah strateginya dalam memberikan instruksi.
Ia selalu menempatkan instruksi di kalimat akhir dan diulang. Sejak saat itu penulis tidak lagi mendengar keluhan dari teman tersebut.
Langkah 2: Fokus pada Kelebihan
Seringkali kita lebih fokus pada kesalahan dan kekurangan orang lain. Hal ini menyebabkan kita sulit sekali menghargai mereka. Sebaliknya, karena kita selalu memperhatikan kekurangan orang lain, orang lain pun menjadi enggan berinteraksi dan bekerja sama dengan kita karena mereka merasa enggan jika selalu merasa “dipermalukan”. Yang perlu kita ubah adalah fokus kita: coba fokuskan perhatian kita terlebih dulu pada kelebihan orang lain, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Coba perhatikan ilustrasi berikut:“Wah, tulisan tanganmu bagus dan rapih. Ibu juga senang kamu bisa menyerahkan pekerjaan rumah ini tepat waktu,” demikian ujar seorang ibu guru pada muridnya.
“Terima kasih, Bu. Saya memang berusaha menulis dengan baik. Namun ada beberapa kata yang masih sulit bagi saya untuk mengejanya. Jadi, lain kali saya akan minta bantuan ibu untuk menjelaskannya lagi dan saya akan berusaha menulis dengan ejaan yang benar,” begitu jawab si anak.
Yah, ternyata sang ibu guru tidak langsung menyalahkan tulisan anak tersebut yang ternyata masih banyak salah. Sebaliknya, ia memfokuskan perhatian pada kelebihannya terlebih dulu. Sang anak yang merasa sangat dihargai karena gurunya memerhatikan kelebihannya, lalu menjadi lebih terbuka meminta bantuan guna memerbaiki kesalahannya.
Seringkali kita lebih fokus pada kesalahan dan kekurangan orang lain. Hal ini menyebabkan kita sulit sekali menghargai mereka. Sebaliknya, karena kita selalu memperhatikan kekurangan orang lain, orang lain pun menjadi enggan berinteraksi dan bekerja sama dengan kita karena mereka merasa enggan jika selalu merasa “dipermalukan”. Yang perlu kita ubah adalah fokus kita: coba fokuskan perhatian kita terlebih dulu pada kelebihan orang lain, kita akan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Coba perhatikan ilustrasi berikut:“Wah, tulisan tanganmu bagus dan rapih. Ibu juga senang kamu bisa menyerahkan pekerjaan rumah ini tepat waktu,” demikian ujar seorang ibu guru pada muridnya.
“Terima kasih, Bu. Saya memang berusaha menulis dengan baik. Namun ada beberapa kata yang masih sulit bagi saya untuk mengejanya. Jadi, lain kali saya akan minta bantuan ibu untuk menjelaskannya lagi dan saya akan berusaha menulis dengan ejaan yang benar,” begitu jawab si anak.
Yah, ternyata sang ibu guru tidak langsung menyalahkan tulisan anak tersebut yang ternyata masih banyak salah. Sebaliknya, ia memfokuskan perhatian pada kelebihannya terlebih dulu. Sang anak yang merasa sangat dihargai karena gurunya memerhatikan kelebihannya, lalu menjadi lebih terbuka meminta bantuan guna memerbaiki kesalahannya.
Langkah 3: Bangun Hubungan Saling Percaya
Ternyata hukum timbal balik memang berlaku dalam hidup ini. Jika kita tidak memercayai orang lain, mereka pun tidak akan memercayai kita. Sebaliknya, jika kita memercayai orang lain, orang lain akan memercayai kita. Sebuah kerja sama bisnis pada dasarnya harus dibangun atas dasar kepercayaan.
Usaha akan sukses dan langgeng jika pimpinan dan karyawan saling memercayai, jika produsen dan konsumen saling percaya. “Saya tahu Anda pernah melakukan kesalahan. Tapi, saya ingin memberikan kesempatan kepada Anda. Saya akan melupakan perbuatan yang lama. Coba kita memulai lembaran baru. Saya percaya Anda bisa berprestasi lebih baik. Saya lihat Anda punya potensi untuk itu. Coba buktikan.” Karena kata-kata inilah, Indra yang tadinya sudah kehilangan kepercayaan diri menjadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik bagi pimpinannya yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita mau menghargai orang lain: kita bisa saling membantu, saling menguatkan, dan saling menguntungkan sehingga hidup menjadi lebih menyenangkan. Sukses untuk Anda
Ternyata hukum timbal balik memang berlaku dalam hidup ini. Jika kita tidak memercayai orang lain, mereka pun tidak akan memercayai kita. Sebaliknya, jika kita memercayai orang lain, orang lain akan memercayai kita. Sebuah kerja sama bisnis pada dasarnya harus dibangun atas dasar kepercayaan.
Usaha akan sukses dan langgeng jika pimpinan dan karyawan saling memercayai, jika produsen dan konsumen saling percaya. “Saya tahu Anda pernah melakukan kesalahan. Tapi, saya ingin memberikan kesempatan kepada Anda. Saya akan melupakan perbuatan yang lama. Coba kita memulai lembaran baru. Saya percaya Anda bisa berprestasi lebih baik. Saya lihat Anda punya potensi untuk itu. Coba buktikan.” Karena kata-kata inilah, Indra yang tadinya sudah kehilangan kepercayaan diri menjadi termotivasi untuk melakukan yang terbaik bagi pimpinannya yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita mau menghargai orang lain: kita bisa saling membantu, saling menguatkan, dan saling menguntungkan sehingga hidup menjadi lebih menyenangkan. Sukses untuk Anda
Oleh:
Prof Dr Roy Sembel,
(www.roy-sembel.com),
Sandra Sembel,
Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo.com)
Prof Dr Roy Sembel,
(www.roy-sembel.com),
Sandra Sembel,
Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo.com)
Minggu, 12 Februari 2012
Trend & Fashion : Alih Fungsi Behel sebagai aksesoris wajib remaja saat ini
tahtanya sebagai “Assecoris Wajib” bagi para remaja, khususnya wanita. Namun
tidak hanya kaum wanita saja yang menggandrungi kawat yang satu itu, bahkan
kaum pria pun saat ini tidak malu lagi untuk menggunakan assecoris pelengkap gigi
tersebut. Bahkan, pengguna behel saat ini tidak hanya dikalangan remaja saja, behel benar-benar telah menjadi “pemilik tahta” tertinggi dalam pergaulan, selain Smartphone Blackberry yang hingga saat ini juga masih merajai trend pergaulan remaja. Pengguna behel tercatat dari segala kalangan usia, baik itu tua, muda, remaja, wanita maupun pria. Di samping fungsi utamanya untuk merapikan letak gigi yang tidak beraturan, kini behel tampil dengan fungsi lainnya sebagai perhiasan yang mempercantik gigi dan mulut kita.
Para pengguna behel dengan bangganya memperlihatkan “senyum mahal” mereka. Padahal selama memakai behel ini senyum mereka menjadi terganggu kawat yang menempel di gigi mereka. Untuk mengunyah makanan pun menjadi susah karena gigi terasa sakit karena tertaik kawat dan makanan tersangkut di sela-sela kawat. Bagaimana tidak dikatakan senyum mahal. Kalau dihitung-hitung biaya yang harus dikeluarkan mulai dari persiapan pemasangan, selama perawatan sampai pasca perawatan tidaklah sedikit. Memang manfaat yang akan didapatkannya pun sebanding dengan mahalnya biaya tersebut.
Masalah kerapian gigi tidak bisa dianggap sepele. Karena gigi yang susunannya
berantakan, bertumpuk-tumpuk atau jarak antar gigi berjauhan, bisa menimbulkan
berbagai penyakit mulut, bahkan juga bisa menimbulkan penyakit lainnya seperti
gangguan pada mata atau bahkan stroke.
Dewasa ini, behel dikalangan remaja justru lebih bersifat sebagai perhiasan gigi dan mulut semata. Tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dapat dikatakan demikian karena maraknya muncul penjualan-penjualan online yang menawarkan behel mainan dengan harga jauh lebih rendah dibandingkan behel asli. Dan banyaknya peminat dari penggunaan behel mainan tersebut yang rela merogoh koceknya yang memang tidak sedikit pula untuk membeli behel lepas pasang tersebut demi menunjang penampilannya, sesuai dengan trend kaula muda saat ini. Para pengguna behel asli pun kini senang berkreasi dengan warna-warna karet yang bisa diubah-ubah. Tidak sedikit dari mereka yang sengaja menyesuaikan warna karet behel mereka dengan warna pakaian yang saat itu sedang merka kenakan.
Dalam salah satu situs sosial, bahkan pernah disebutkan guyonan mengenai ciri-ciri
wanita zaman sekarang, yaitu 5B. Behel, Blackberry, Black Menthol, Belah tengah, dan Baju dimasukkan. Terlihat jelas bahwa behel tetap menjadi pemegang score tertinggi dalam trend pergaulan remaja saat ini, terutama wanita.
Tips Gaya Baru Fashion Remaja
Remaja adalah sasaran empuk perkembangan fashion. Kenapa? Remaja adalah saat dimana rasa ingin tahu tentang sesuatu sangat besar. Menjadi seorang remaja, pasti dialami oleh setiap orang. Remaja adalah saat dimana kita menuju proses pematangan berfikir menuju dewasa. Ada yang mengatakan, usia remaja adalah saatnya untuk menemukan jati diri, menjawab pertanyaan “siapakah saya?”. Seorang remaja selalu ingin mendapat pengakuan dan selalu ingi diperhatikan atas apa-apa yang telah dilakukannya. Satu lagi yang tak terlepas dari kepribadian seorang remaja, yaitu perasaan ingin tahu yang sangat besar, selalu ingin mencoba-coba sesuatu yang baru, yangbelum pernah diketahuinya. Dan yang terakhir, remaja itu suka meniru-niru gaya atau tindakan yang dilihatn ya, baik dari artis idolanya, film kesukaannya dan lain sebagainya.
Buat
Anda yang masih remaja, saya punya tips cara memilih lagu yang cocok buat Anda.
agar Anda tidak terjebak dalam mengikuti tren fashion terbaru.
Silahkan di baca, di pahami dan dilaksanakan! Ok?!
1.Ayo
berdiri di depan cermin, perhatikan bentuk postur dan model tubuh Anda. setelah
Anda mengetahui bentuk postur dan model tubuh Anda. Anda akan bisa memilih baju
yang cocok buat Anda, sehingga Anda tak perlu mati-matian mengikuti tren busana
remaja yang sedang berkembang saat ini. Tampil trendy bukan berarti Anda harus
memaksakan diri mengikuti tren terbaru.
2.Percaya
diri dalam mengenakan suatu busana adalha syarat paling penting. Tapi
hati-hati, mata orang-orang di sekeliling Anda selalumemperhatikan penampilan
Anda. Anda tak lupa bukan, kata bijak mengatakan “yang menilai diri kita adalah
orang lain”. Meskipun Anda penuh rasa percaya diri mengenakan suatu busana,
tetapi orang lain menganggap ada yang ganjal. Maka, rasa percaya diri Anda tak
kan mampu menghalau tatapan aneh, senyum atau tawa lepas saat menyaksikan Anda
dan busana Anda.
3.Berlebihan
itu tidak baik, bukan? Nah, dalam berbusana hukum ini berlaku lho! Karena
keinginan mengikuti tren terbaru. Anda terlalu norak dalam berbusana atau Anda
menggunakan busana-busana super seksi. Segera ubahlah mind set Anda. Berbusana
sopan lebih cocok untuk seorang wanita dan tidak ketinggalan zaman pastinya.
Selain menjaga kehormatan juga terhindar dari niat jahat orang-orang tak
bertanggung jawab.
4.Bagian
yang paling penting yang harus Anda ingat yaitu busana yang Anda kenakan
mencerminkan bagaimana Anda menghormati dan menghargai diri Anda sendiri. Jadi,
pilihlah pakaian yang tepat dan cocok untuk Anda. dan janga lupa, sesuaikan
juga dengan acara yang akan Anda hadiri.
Sekarang,
sudah tahu kan cara memilih busana yang cocok buat kamu. Mengikuti tren fashion
sah-sah saja. Tapi, harus bisa pilah-pilih juga. Jangan sampai tenggelam dalam
tren-tren terbaru. Dunia fashion boleh berkembang dengan terobosan-terobosan
terbaru, tapi, jangan sampai kita tergilas perubahan dan terobosan terobosan
itu.
Remaja pintar adalah remaja yang tahu mana yan terbaik untuk dirinya.
Remaja pintar adalah remaja yang tahu mana yan terbaik untuk dirinya.
Karakteristik Remaja dan Pemuda
EARLY ADOLESCENCE
(13-15) Waktu ini sekarang adalah cepatnya pertumbuhan yang sering membawa
kejanggalan, memperlihatkan kurangnya koordinasi antara pikiran dan badan. Hal
ini juga memberikan rasa malu pada anak-anak muda karena organ-organ tubuh tertentu,
seperti hidung, mulut dan kaki bertumbuh lebih cepat dari anggota tubuh yang
lain membuat mereka seperti seorang gadis yang kecilnya berwajah buruh
tetapi waktu dewasa menjadi gadis yang molek dan memberikan rasa ketakutan yang
tak tersalurkan yang membuat mereka akan selalu merasa begitu. Usia untuk
bergerombol sekarang mencapai puncaknya dan mulai mulai surut digantikan
oleh ketertarikan kepada lawan jenis dan disertai perasaan malu pada periode
ini. Perkembangan mental telah membuat pegangan yang pasti menyebabkan remaja
lebih kritis daripada yakin seperti pada waktu sebelumnya. Mereka mempunyai
waktu yang lebih banyak untuk berkhayall dan memikirkan tentang masa depannya
dan akan apa yang akan dikerjakannya nanti. Mereka benar-benar tidak mementingkan
diri sendiri dan tertantang untuk melakukan hal-hal yang berguna dimuka bumi
ini. Ketertarikan pada hal-hal yang bersifat rohani berlanjut dan hal - hal
bersifat semangat mulai menjadi masalah pengalaman daripada penerimaan banyak
fakta.
Karakteristik Mental:
1.Remaja terjaga
tetapi terpaku pada periode suka berkhayal.
2.Remaja berlajar
dengan cepat.
3. Remaja mulai
mendapatkan rasa tertarik pada hal-hal yang khusus.
Karakteristik
Fisik:
1. Kesehatan
bagus, hanya nomor kedua setelah masa periode pra-remaja.
2. Perkembangan
fisik sangat cepat dengan nafsu makan yang kuat menyertai masa pertumbuhan ini.
3. Otot-otot
berkembang atau kegagalan koordinasi untuk menjaga tahap perkembangan struktur
tulang menyebabkan kecenderungan menuju kejanggalan atau kekakuan.
4.Organ-orang sex
berkembang, membuat perkembangan yang cepat secara biologis. Hormon-hormon yang
baru yang memperkembang insting sexual yang mempengaruhi tingkah laku. Rousseau
berkata: “Kita dilahirkan dua kali, pertama kali melalui kehadiran dan kedua
pada kehidupan; pertama kali sebagai anggota dari suatu suku dan kedua kali
sebagai anggota dari kelompok secara jenis
kelamin. 5. Anak wanita lebih tinggi
dari anak laki-laki pada usia 12 tahun sampai 13 tahun, benar-benar lebih
tinggi pada usia 14 tahun dan mulai berkurang pada usia 15 tahun dan 2 inchi
lebih pendek dari laki-kali pada usia 16 tahun.
Karakteristik
Sosial
1. Usia ini adalah
usia yang menunjukkan kesetiaan pada kelompok, dengan satu ketakutan
bahwa dirinya berbeda dengan kelompoknya. Remaja mencari persetujuan dari
kelompok untuk semua aktifitas.
2. Remaja mencari
lebih banyak kebebasan secara individu dengan suatu ketajaman batin yang baru
menunjukkan kwalitas secara pribadi. Weigles menandai: “ Pandangannya menembus
tindakan-tindakan yang dihasilkan dan mengambil semangat diantara manusia.
Mereka mulai melihat mutu ketajaman batin untuk merasakan nilai hakiki pada
kebenaran, iman dan pengorbanan diri. Mereka penuh dengan ambisi dan membuat
rencana untuk masa depan.
3.Keinginan untuk
encari uang sering melanda anak remaja pada usia ini, menghasilkan keinginan
untuk lepas dari sekolah
4. Pada usia ini
juga sering terjadi pergantian suasana hati. Suatu ketika aktifitas
ditunjukkan, sementara lain waktu lesu. Di pagi hari, anak-anak permulaan
remaja mungkin baik dengan keinginan hati , sementara di siang hari mereka
mungkin tamak. Satu jam mereka jadi egois tiba-tiba di lain waktu menjadi
penakut.
5.Kejanggalan ini
ditunjukkan dalam berbagai cara:a. Sangat menyukai dan tidak menyukai
makanan, menyukai makanan tertentu yang dimakan secara
berlebihan. b. Sangat menyenangi olah raga atletik dengan suatu
kecenderungan berlebihan. c. Rasa humor yang jelek, anak perempuan
cenderung tertawa genit. Anak remaja pada usia ini mempunyai rasa
ketertarikan pada lawan jenis. Ini adalah usia yang bahaya untuk
seksualitas dan keinginan berteman. apabila anak remaja tidak dibekali untuk
menjalin hubungan secara pribadi. Aktifitas-aktifitas grup pada usia ini
seharusnya disponsori oleh mereka anggota klub. Pengantar yang
berhati-hati harus diberikan pada semua aktifitas Klub Remaja yang diadakan
diluar seperti Kampore, acara dialam dan sebagainya.
Karakteristik
Kerohanian
1.Ketertarikan
pada hal-hal kerohanian berkurang secara drastis pada usia ini tetapi remaja
dipengaruhi oleh tingkah laku teman-teman sepergaulannya.
2.Tiga belas tahun
adalah usia terbesar kedua untuk dibaptiskan di gereja.
3.Ini adalah usia
dimana cita-cita untuk pekerjaan seumur hidup sering akan ditentukan. Hal
penting dari pegangan sebelum anak-anak remaja ini tentukan nasibnya dalam
menyelesaikan perkerjaan pengabaran injil akan kelihatan.
4.Akan ada
kurangnya kecenderungan dalam usia ini untuk menyatakan perasaannya pada
hal-hal yang bersifat rohani atau keyakinannya.
5.Sering terjadi
pertentangan dengan suara hati.
PERTENGAHAN
REMAJA (16-17)
Pertumbuhan
berlanjut dengan cepat, anak muda dalam banyak hal mencapai ketinggian fisiknya
pada akhir periode usia ini. Dimana pada waktu yang lalu anak-anak ini telah
melalui satu periode dimana mereka mencari jati diri, remaja sekarang mulai
untuk mengembangkan rasa individualitasnya dan menjadi seseorang yang mempunyai
keputusannya sendiri.
Karakteristik
Mental:
1.Remaja berada
pada usia dimana dia akan senang sekali bertanya segala sesuatu dan ingin bukti
sebelum dia menerimanya.
2. Mereka
mempunyai rasa hormat yang besar terhadap “bea siswa” dan sering
cenderung untuk mengambil satu jawaban atas sesuatu yang akan dipegang
menjadi bukti bahwa seserang mempunyai nama besar.
3.
Prinsip-prinsipnya sekarang mulai dipertajam, dan mereka benar-benar
merencanakan cara untuk mencapainya.
Karakteristik
Fisik:
1.Seksualitas
berkembang terus, suatu kekuatan untuk berurusan dengan hal ini.
2.Tinggi dan berat
badan mencapai 85% dari usia pada masa dewasa.
3.Otot-otot
menjadi berkembang dan mereka suka latihan-latihan kebugaran fisik.
Karakteristik
Sosial:
1.Mereka suka
berkelompok-kelompok dan ingin dikelilingi oleh teman-teman istimewanya
2.Kritis, sering
kasar dalam menyampaikan pendapatnya kepada orang lain.
3.Sangat peka, dan
sering dipengaruhi oleh pendapat orang banyak dan apa yang dipikirkan oleh
kelompoknya adalah pasti baik untuk dilakukan.
Karakteristik
Kerohanian:
1.Mereka terus
berkembang dalam pengenalan akan nilai-nilai sosial dan nilai-nilai kerohanian
menjadi terutama, dengan alasan akan pergaulan yang salah, mereka akan
kehilangan daya tarik.
2. Apa yang belum
dilakukan dalam memberikan pondasi yang akan mendasari dasar pemikirian mereka
sekarang menjadi sulit untuk diberikan.
REMAJA AKHIR
(18-24)
Secara fisik, ini
adalah waktu yang lambat untuk bertumbuh, pertumbuhan yang terlambat pada
bagian yang lain akan menyesuaikan dengan bagian yang lain. Kepribadian muncul
dan karakter menjadi tetap. Rasa memerlukan orang lain sekarang menemukan
jalan keluarnya, tidak dalam grup-grup atau kelompok-kelompok tetapi dalam satu
klub, kelompok persaudaraan, tempat satu rumah dan gereja. Keraguan apapun akan
berhubungan dengan keagamaan yang juga dipikirkan dan suatu dasar yang
memuaskan dalam penemuan iman atau ini adalah penolakan terhadap barang
peninggalanpada masa lalu, dengan kekecewaan yang menhasilkan sinisme. Ketertarikan
pada lawan jenis telah menemukan pemecahannya melalui cinta dan rumah tangga
dan membangun sebuah rumah tangga.
Sumber: anneahira.com
Mengenal dan Memahami Sifat-Sifat Remaja
Semua orang dewasa
pasti pernah mengalami masa remaja, namun bukan berarti mereka lantas paham
betul dengan berbagai sifat remaja yang kebanyakan cenderung labil. Kurangnya
pengetahuan atau tidak ada pemahaman akan sifat remaja inilah yang kerap menimbulkan
dampak buruk dalam suatu keluarga.
Tidak sedikit anak
remaja yang kemudian memberontak atau melakukan hal-hal buruk hanya karena para
orang tua tidak memahami karakter dan sifat anak remaja mereka. Terkadang
banyak pula yang tidak tahu bagaimana cara menangani sifat remaja yang cenderung berubah-ubah, labil,
dan kadang tidak tertebak.
·
Batasan
Usia Remaja
Remaja adalah anak
dengan usia sekitar 12 tahun hingga 20 tahun, namun batasan umur ini bisa
bermacam-macam menurut beberapa psikolog remaja. Di usia-usia seperti itu,
anak kerap mencari identitas diri. Tak jarang mereka sengaja membentuk karakter
dan sifat remaja dengan cara meniru orang lain.
Keluarga, teman,
atau tokoh-tokoh tertentu adalah beberapa contoh orang yang biasanya menjadi
panutan para remaja untuk membentuk suatu kepribadian. Hal inilah
yang kadang kerap menjadi masalah, di mana mereka terkadang belum bisa memahami
perbedaan hal positif dan negatif.
Bayangkan bila
mereka mencontoh figur yang salah, figur yang memiliki banyak sifat buruk dan
negatif, hal ini tentu berakibat buruk pula bagi para remaja. Sayangnya,
terkadang hal-hal negatif tersebut memang terlihat menyenangkan bagi para
remaja sehingga mereka mencontohnya. Misalnya saja mengebut dengan motor, merokok, sering bermain saat belajar, dan
lain-lain.
· Tips
Menangani Anak Remaja
Sifat remaja
memang dipengaruhi oleh banyak hal, terutama oleh orang-orang yang ia kenal.
Berikut ini adalah beberapa tips, khususnya bagi orang tua, untuk menjaga agar
anak remaja mereka tidak terjebak pada hal yang negatif.
Usia remaja memang
usia yang mudah dipengaruhi, orang tua sebaiknya memahami hal ini. Tanamkan pendidikan moral sejak dini, pengaruhi mereka
dengan hal-hal positif, sehingga ketika mereka menemukan sesuatu yang buruk,
mereka sedikit bisa mengendalikan diri dan menolak hal buruk tersebut.
Selalu jalinlah komunikasi dengan anak yang sedang
menginjak usia remaja. Anak remaja adalah anak yang sangat membutuhkan
perhatian. Berbeda dengan anak kecil, bila remaja tidak dipedulikan sedikit
saja, mereka bisa tersinggung, merasa dikucilkan, atau malah menjadi marah.
Selain memahami
sifat remaja, orang tua juga harus memahami kemampuan anak mereka. Misalnya,
belajar terus-menerus memang sangat bagus bagi pendidikan, namun kadang anak
remaja cepat sekali merasa jenuh. Orang tua harus memahami hal ini dan jangan
terlalu memaksa apabila anak sudah merasa tidak mampu. Selingi mereka dengan hiburan,
misalnya menonton televisi atau diajak berjalan-jalan ke suatu tempat.
Tidak semua
keinginan anak harus dipenuhi, terapkan pengertian ini pada anak remaja
sehingga mereka tidak menjadi manja. Bila mereka meminta sesuatu yang tidak
penting atau bisa berakibat buruk, beri pengertian pada mereka bahwa itu
merupakan hal yang tidak baik. Sebisa mungkin katakan dengan sangat halus,
jangan menolak dan melarang dengan kata kasar atau bernada bicara tinggi.
Selalu awasi
pergaulan anak. Orang tua harus ingat bahwa sifat remaja bisa dipengaruhi oleh
lingkungan sekitarnya, termasuk pergaulan dengan teman-temannya. Mengawasi
bukan berarti harus mengikuti ke manapun anak pergi. Namun orang tua berhak
tahu siapa saja teman anak, ke mana mereka biasa pergi bermain,
dan lain-lain.
Selasa, 07 Februari 2012
Pergaulan Remaja Saat Ini
Pergaulan remaja saat ini sangat didukung oleh fasilitas
dunia maya atau internet. Hampir semua remaja di seluruh Indonesia menggunakan
facebook atau black berry messanger sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan
sesamanya. Memiliki piranti black berry dianggap sebagai sesuatu keharusan
dalam pergaulan mereka. Memang diakui penggunaan alat komunikasi yang satu ini
sangat cepat dan efektif untuk berbagi informasi baik yang benar ataupun salah.
Terkadang gadget yang satu ini menjadi penghalang bagi remaja untuk belajar
dengan serius.
Pergaulan remaja saat ini juga di warnai dengan permainan-permainan ala dunia virtual. Permainan yang terdapat di internet atau playstation dan sejenisnya bukanlah hal yang asing bagi mereka. Remaja saat ini sangat lihai dalam mengoperasikan hal-hal yang demikian. Dengan bermain, mereka saling berkomunikasi dan bersaing untuk memenangkan permainan. Namun sangat di sayangkan tidak semua permainan jenis ini dapat digunakan secara bersama-sama. Hal ini mengakibatkan kurang meluasnya sosialiasi mereka.
Pergaulan remaja saat ini lebih bebas dibandingkan dengan remaja-remaja dari periode waktu sebelumnya. Jam malam sudah tidak berlaku efektif bagi remaja. Hal ini dapat dilihat dengan menjamurnya remaja-remaja yang menonton bioskop midnight atau hang out di café sampai larut malam. Hal inilah yang memicu kepada pergaulan bebas yang marak di siarkan dimana-mana. Pergaulan mereka tidak lagi hanya sebatas teman namun mulai mengarah kepada percintaan yang serius. Dimana percintan yang serius ini juga memicu prilaku seks bebas yang marak di saat-saat ini.
Keterbukaan remaja saat ini tentang hal yang berbau seks sangatlah lumrah. Seks bukanlah hal yang tabu untuk di bicarakan, bahkan remaja saat ini diarahkan agar tidak memiliki prilaku seks yang menyimpang. Mereka diajarkan mengenai seksualitas mereka masing-masing.
Hal berikutnya yang menarik dengan pergaulan remaja saat ini adalah dengan begitu kentalnya predikat anak mami yang akhir-akhir ini populasinya semakin meningkat. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kemandirian remaja saat ini sangatlah minim. Terlalu banyak fasilitas yang diberikan dan terlalu banyak juga ikut campur orangtua dalam kehidupan sehari-hari mereka sehingga remaja saat ini tidak bisa menilai dengan cepat apa yang salah dan apa yang benar. Hal ini mungkin di picu dengan maraknya penggunaan baby sitter dan jasa pembantu rumah tangga lainnya. Pengunaan yang berlebihan mengakibatkan kemalasan bagi remaja untuk melakukan segala sesuatunya dengan mandiri.
Selain hal diatas, salah satu kekhawatiran dari pergaulan remaja saat ini adalah mulai terinspirasinya mereka dengan pergaulan sesame jenis yang mengarah kepada percintaan sesame jenis. Hal ini mulai menjadi hal yang umum dengan semakin terbukanya negara Indonesia terhadap globaliasi dan pengaruh negara-negara lain yang melegalisir aktivitas seksual tersebut.
Pergaulan Remaja
Banyak
yang bilang bila pergaulan remaja saat ini sudah sangat jauh berubah dibanding
pada masa-masa sepuluh tahun silam. Remaja sekarang lebih mampu berekspresi
pada emosi dan mengungkapkan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti
dulu.
Sudah
lumrah saat ini kita melihat remaja mengungkapkan kemarahan, sedih dan
kegembiraanya dengan kata-kata yang terucap secara langsung, tanpa basa-basi
seperti halnya remaja pada zaman dahulu. Dengan santai mereka bisa
mengungkapkan ketidak sukaanya pada ayah atau pun ibunya.
Merangkul
dan mencium mesra ibu mereka tercinta. Perilaku ini pun diterapkan pada pergaulan
mereka sehari-hari. Dengan biasa mereka mengexpresikan perasaan cinta dan
sayang pada pacar mereka di tempat-tempat umum. Sudah umum dilihat saat ini
bila di mall-mall para remaja biasa bergandengan tangan, berpelukan bahkan
berciuman.
Buat
para orang tua, perilaku seperti ini sangat mengejutkan dan membuat mereka
merasa kuatir. Namun, seringkali para orang tua lupa, bahwa saat mereka remaja,
perilaku mereka pun sering membuat kecut hati para orang tua mereka sendiri!
Namun,
apabila orang tua terlalu keras akibat perasaan
kuatir yang mereka miliki, maka remaja akan cenderung memberontak dan bersikap
jauh lebih keras dan pertikaian antara orang tua dan anak pun tidak dapat lagi
dihindari.
Remaja
bergaul memang adalah sebuah kebutuhan. Sama halnya dengan dahaga yang ingin
terpuaskan. Mereka ingin mengenal banyak orang dari berbagai lingkungan. Ini
sebetulnya tidak terlepas dari proses pencarian jati diri semata. Dengan membebaskan
perasaan dan isi hati, mereka juga mengharapkan kebebasan dan ketenangan jiwa.
Bila dikekang, mereka nampak begitu sedih dan terkekang.
Tapi
bila pergaulan terlalu dibebaskan, juga sangat mengkuatirkan. Yang penting
berkomunikasi dan terarah. Bilamana sang remaja masih mampu berkomunikasi
dengan keluarga dan orang tua, maka bimbingan untuk pergaulan pun dapat
tersampaikan. Informasi tentang apa yang sebaiknya mereka lakukan dengan
teman-teman dan apa efek dari apa yang mere lalukan dan perbuat juga perlu
dikomunikasikan.
Dengan
demikian, besar harapan kita agar remaja mampu memilih apa yang baik dan tidak
untuk dilakukan. Tidak ada kata benar atau salah, tapi lebih tepat kepada yang
baik atau bermanfaat dan yang merugikan.
PENYAKIT AKIBAT GAYA HIDUP REMAJA
Dampak
Buruk Terlalu Lama di Depan Layar Monitor
Kebiasaan berlama-lama di depan
monitor Laptop maupun PC pasti akan membuat mata lelah dan kepala pening. Entah
itu untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing,
atau bekerja keras mengejar deadline. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan
untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan
pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.Bahkan gangguan
seperti mata kering yang membuat mata terasa perih juga mengancam.Selain sinar
matahari, sering bekerja di depan komputer juga bisa membuat mata mengalami penurunan
daya penglihatan, apalagi di jaman yang modern ini sepertinya seseorang tidak
akan bisa lepas dari komputer. Sudah kenal dengan istilah CVS ? CVS (Computer Vision Syndrome), yaitu
keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer terlalu lama.
CVS biasanya terjadi karena sistem pencahayaan yang salah, kurang berkedip dan
juga posisi duduk yang tidak benar.
Bahaya
Buat Anak yang Membawa Tas Sekolah Terlalu Berat
Sering terlihat anak sekolah dasar atau
anak kecil membawa tas ransel sekolah yang besar dan berat untuk ukuran anak
seusianya. Padahal jika anak terlalu sering memikul beban yang terlalu berat
akan berbahaya bagi struktur tubuhnya nanti. Anak sekolah dasar merupakan usia
dimana tubuhnya masih berkembang dan tumbuh. Jika terjadi sesuatu yang bisa
mengganggu proses pertumbuhannya akibatnya baru akan terasa setelah si anak
dewasa atau mulai memasuki usia 17 tahun ke atas. “Pada anak kecil yang sering
membawa beban yang berat ada dua faktor yang bisa mempengaruhinya, yaitu
bagaimana cara membawanya dan berapa beban yang harus ditanggung anak setiap
harinya,” ujar Daniel A Nugroho, AMF, fisioterapis dari Klinik Eastwest
Physiotherapy & Rehabilitation, saat ditemui detikHealth, di kantornya,
Dharmawangsa Square, Jakarta, Senin (24/8/2009). Daniel menambahkan, untuk
mengetahui apakah beban tersebut melebihi kapasitas sang anak atau tidak akan
terlihat saat anak tersebut berdiri. Jika saat anak dipakaikan tas dan merubah
posisi berdirinya entah itu maju atau mundur, maka beban tersebut telah
melebihi kemampuan sang anak. Meskipun saat ini banyak tas ransel yang
dirancang untuk menunjang posisi tulang belakang agar tetap lurus, tapi tetap
saja otot akan bekerja terlalu keras untuk menahan beban tersebut. “Mungkin
anak tidak akan mengeluh mengenai apa yang dirasakannya, namun keluhan biasanya
baru akan muncul setelah anak tersebut tidak menanggung beban yang berat lagi
misalnya saat sekolah menengah atas atau saat kuliah,” ujarnya. Akibat yang
bisa ditimbulkan jika anak terus menerus memikul beban yang berat di pundaknya
adalah bisa saja anak mengalami skoliosis yaitu tulang belakang tidak normal
yang bentuknya tidak lurus melainkan melengkung ke samping, anak akan menjadi
bongkok atau agak membusung saat berjalan. Sebaiknya jika anak harus membawa
banyak peralatan ke sekolahnya, gunakanlah tas yang seperti koper sehingga
tidak harus dipikul tapi bisa didorong. Atau jika menggunakan tas ransel jangan
terlalu banyak isinya, gunakanlah tas tambahan yang bisa dijinjing oleh sang
anak jika bawaannya terlalu banyak. Mulai saat ini perhatikan barang apa saja
yang dibawa oleh sang anak. Sebisa mungkin kurangi barang bawaan yang tidak
perlu dan jangan memberikan anak beban yang terlalu berat.
Sumber: detik..com
Efek Radiasi HP
Bagi Kesehatan
Zaman makin canggih dengan semakin majunya
teknologi. Hampir setiap orang memiliki telepon seluler alias ponsel, dan
hingga kini penggunaan HP terus meningkat pesat. Pada masyarakat modern, HP
sudah menjadi sebuah kebutuhan primer, ibarat makanan dan minuman. Namun tak
banyak yang mengerti, ternyata penggunaan HP itu sendiri menimbulkan radiasi
yang cukup berbahaya bagi kesehatan.
Dr. Eka Putra Setiawan, Sp.T.H.T dari
bagian Divisi Otologi RS Sanglah mengatakan telepon gengam diciptakan untuk
memudahkan manusia berkomunikasi. Namun, kata lelaki kelahiran 15 Juni 1961
ini, banyak efek samping dari penggunaan handphone yang salah. Hal ini
berkaitan dengan volume suara dan jarak dengar.
“Semakin HP ditempelkan ke telinga, maka
semakin melekat mengenai liang telinga. Efeknya semakin besar yang menyebabkan
terjadi peningkatan bunyi atau resonansi,” ujar spesialis T.H.T. tamatan UGM
Yogyakarta ini. Semakin lama menggunakan HP, kata Dokter Eka, maka semakin lama
bunyi bising yang menyebabkan kelelahan otot. “Menggunakan HP hendaknya
bergantian pada telinga kanan dan kiri. Sama halnya dengan olahraga berjalan
atau lari. Semakin jauh akan terasa capek dan otot pegal. Ada masanya untuk
istirahat bagi otot pendengaran,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Dokter Eka, perlu
diwaspadai efek samping gelombang elektromagnetik yang dipancarkan HP. Radiasi
telepon gengam berakibat buruk terhadap tubuh manusia. Ia menyebutkan radiasi
HP memancarkan 215 kali perdetik masuk ke sel-sel otak mengenai DNA dalam sel.
Tiap HP memancarkan 900 Mhz -1800 Mhz. Untungnya, kata Dokter Eka ini, manusia
memiliki sawar darah otak yang melindungi paparan radiasi ini. Jika
memungkinkan sebaiknya gunakan peralatan hands-free
untuk mendengarkan suara lewat HP. Anak-anak usia dibawah 8 tahun sangat rentan
terhadap pancaran radiasi ini, sehingga sangat disarankan belum waktunya
menggunakan HP.
Ia menyarankan malam hari sebaiknya HP
dimatikan. Jika tetap menyala, sebaiknya diletakkan di luar kamar tidur, agar
gelombang elektromagnetik tidka menyerang organ otak manusia. Lapisi HP dengan
aluminium agar memroteksi gelombang elektromagnetik. “Efek samping yang
ditimbulkan gelombang elektromagnetik ini, sulit tidur, pusing, telinga mendenging,
dan daya tahan tubuh menurun,” jelasnya.
Untuk mencegah radiasi gelombang
elektromagnetik kata Dokter Eka, jangan gunakan HP terlalu dekat dengan liang
telinga, berikan jarak secukupnya. Untuk batas jarak masih dalam penelitian
dokter Eka. Jangan gunakan HP terlalu lama disamping panas yang disebabkan
baterai HP, gelombang elektromagnetik juga memberi efek kurang baik. Makan
makanan yang mengandung vitamin untuk saraf seperti B1, B6, B 12 yang banyak
terkandung pada kacang-kacangan, tahu, tempe, kacang panjang, taoge.
Untuk mengurangi paparan gelombang elektromagnetik, dapat dipilih HP jenis CDMA dengan frekuensi 125 Mhz, karena radiasinya lebih kecil.
Ia menilai kebiasaan mendengarkan musik menggunakan earphone/walkman sudah menjadi trend anak muda. Bahkan tak jarang earphone juga digunakan untuk menerima telepon.
“Earphone menempel langsung di liang telinga. Artinya terjadi kelipatgandaan resonansi. Sebagai contoh HP memiliki kebisingan 80 dB (desibel). Jika mengunakan earphone kebisingannya menjadi bertambah 1, 6 kali. Efeknya tentu lebih berat,” kata Dokter Eka.
Untuk mengurangi paparan gelombang elektromagnetik, dapat dipilih HP jenis CDMA dengan frekuensi 125 Mhz, karena radiasinya lebih kecil.
Ia menilai kebiasaan mendengarkan musik menggunakan earphone/walkman sudah menjadi trend anak muda. Bahkan tak jarang earphone juga digunakan untuk menerima telepon.
“Earphone menempel langsung di liang telinga. Artinya terjadi kelipatgandaan resonansi. Sebagai contoh HP memiliki kebisingan 80 dB (desibel). Jika mengunakan earphone kebisingannya menjadi bertambah 1, 6 kali. Efeknya tentu lebih berat,” kata Dokter Eka.
Gejala awal akan muncul keluhan mendenging.
Menurut Dokter Eka, saraf di telinga tengah mengeluh memberi respon bahwa
adanya gangguan. Jika cepat direspon dengan mengistirahatkan pendengaran, mungkin
saja segera dapat pulih kembali. Namun, jika tidak ditangani dengan cepat, maka
muncul gangguan pendengaran menetap atau tuli.
Menurutnya ada perbedaan arti mendenging
dengan mendengung. Mendenging artinya kebisingan yang mengenai telinga bagian
dalam. Jika tidak segera ditangani akibatnya tuli. Sementara mendengung hanya
mengenai telinga luar yakni tertutupnya saluran tuba eustakhius karena
perubahan tekanan.
Salah satu kasus dampak negatif earphone dituturkan Dokter Eka.
Seorang perempuan melakukan perjalanan dari Bangkok ke Jakarta. Dalam pesawat
ia mengunakan earphone dari
Bangkok hingga tiba di Jakarta selama 3 jam perjalanan. Setibanya di bandara
Sukarno Hatta, ia melepas earphone-nya,
namun ia tidak dapat mendengar suara. Malah hanya terdengar suara mendenging.
Akhirnya dengan terpaksa ia harus menjalani rawat inap selama tiga hari di RS
THT Jakarta.
Akhirnya kondisi pendengarannya mulai
membaik, namun sayang fungsi pendengarannya tidaklah sebagus sebelumnya. “Ada
ketentuan jika tingkat kebisingan lebih dari 100 dB, tidak boleh terpapar lebih
dari 2 jam. Lebih dari itu, genderang telinga rusak. Inilah yang dialami gadis
itu,” jelasnya.
Kebisingan suara mempunyai satuan dB. Batas
kebisingan normal adalah 85 dB. Lebih dari itu sudah tergolong bising yang
dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Beberapa contoh penelitian dikutip
Dokter Eka seperti kebisingan Jalan Diponegoro Denpasar 80 dB, musik rock 100
dB, suara pesawat dan helikopter 120 dB.
“Suara yang masuk ke telinga ditahan
otot-otot kecil di telinga tengah yang memegang genderang telinga, agar tidak
bergetar terlalu keras. Kalau ini lolos, dan otot lelah ia akan masuk ke
telinga dalam yang mengakibatkan rusaknya sel rambut di dalam telinga dalam
yang merupakan organ pendengaran,” jelasnya.
Untuk meredam kebisingan, hal yang penting
dilakukan adalah mengistirahatkan pendengaran. Dokter Eka sudah melakukan
penelitian tentang jam kerja yang baik yakni 6 jam perhari selama 5 hari mulai
hari Senin hingga Jumat, dan libur dua hari yakni Sabtu dan Minggu.
Ia menyarankan sepulang bekerja pada malam
hari sebaiknya istirahatkan pendengaran. “Jangan lagi menonton TV atau
mendengarkan musik. Gunakan hari Sabtu dan Minggu untuk mengistirahatkan
pendengaran sehingga hari Senin siap beraktivitas lagi,” sarannya.
Pengobatan gangguan pendengaran kata Dokter Eka, disebut periode emas yakni batas waktu tuli dengan pengobatan. Artinya, makin cepat diobati makin baik sehingga tingkat kesembuhannya semakin besar.
Pengobatan gangguan pendengaran kata Dokter Eka, disebut periode emas yakni batas waktu tuli dengan pengobatan. Artinya, makin cepat diobati makin baik sehingga tingkat kesembuhannya semakin besar.
Pengobatannya juga tidak mudah karena harus
menjalani rawat inap. “Bagian telinga dalam hanya dilalui satu pembuluh darah.
Kalau terkena kebisingan pembuluh darah menjadi stres dan menguncup, sehingga
telinga dalam tidak ada suplai makanan sehingga obat harus dimasukkan lewat
infus. Ini hanya bisa dilakukan dengan rawat inap di RS,” ungkap Dokter Eka.
Menurut Dr Imre Fejes, juru bicara tim
peneliti konsrnetrasi dan kulaitas sperma pada pria yang terkena radiasi
telepon genggam berkepanjangan lebih buruk ketimbang sperma pada pria yang
jarang menenteng-nenteng telepon seluler. Penemuan baru saat ini menunjukkan
bahwa gelombang radio yang dipancarkan HP bias nerusak struktur DNA manusia.
Penelitian ini dilakukan oleh 12 lembaga
reset, 7 diantaranya ada di Eropa selama 4 tahun. 1996, Universitas of
Washington, Seattle menemukan bahwa EMR dalam bentuk energi gelombang radio
rendah terbukt bias merusak DNA. Kelompok risetb Jerman, Verum mencoba
mempelajari efek radiai HP terhadap sel-sel tubuh manusia. Hasilnya sel-sel
tubuh yang terkena paparan gelombang elektromagnetik seperti pada HP mengalami
kerusakan yang signifikan. Bahkan mutasi sel-sel ini bias menjadi penyebab
timbulnya kanker. Pancaran radiasi yang digunakan dalam penelitian berada pada
level 0,3-2 watt/kg, sementara pada HP memancarkan sinyal radio atau SAR
(Spesifik Absortion Rate) yang berada pada level 2 watt/kg. Beberapa akibat
buruk yang biasa terjadi pada tubuh manusia menurut sejumlah penelitian antara
lain meningkatkan resiko terkena tumor telinga , kanker otak, berpengaruh buruk
pada jaringan otak, mengakibatkan meningioma, neurioma akustik, acoustic
melanoma dan kanker ludah.
Sebenarnya semua handphone yang beredar
masih bias dkategorikan “aman” karena tingkat SAR-nya masih dibawah 1,6
watt/kg. Meskipun demikian ada beberapa orang yang merasa agak pusing atau
telinganya panas setelah menggunakan handphone-handphone yang dikategorikan
“aman” tersebut. Jadi yang betul-betul aman (bukan sekedar aman saja) adalah
tingkat radasinya dibawah 1 watt/kg. Maka dari itu untuk memisahkan yang “aman”
dan yang “betul-betul aman”, dibuatlah tabel dibawah ini. Untuk lebih jelasnya
lihat pengaruh posisi antenna terhadap resiko kanker otak.
Beberapa institusi juga menyatakan bahwa
radiasi dari penggunan HP tidak berbahaya. Dan memang radiasi HP tersebut, yang
tergolong gelombang RF, tidak cukup berbahaya. Tapi bukan berarti kemungkinan
adanya efek samping tidak ada. Radiasi RF pada level tinggi dapat merusak
jaringan tubuh. Radiasi RF punya kemampuan untuk memanaskan jaringan tubuh
seperti oven microwave memanaskan makanan. Dan radiasi tersebut dapat merusak
jaringan tubuh, karena tubuh kita tidak diperlengkapi untuk mengantisipasi
sejumlah panas berlebih akibat radiasi RF. Penelitian lain menunjukkan radiasi
non-ionisasi (termasuk gelombang RF) menimbulkan efek jangka panjang.
Sungguh tragis mendapati bahwa handphone
(HP) yang setiap hari kita pakai ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan
dalam jangka panjang kita tidak berhati-hati menggunakannya. Yang juga
mengejutkan adalah radiasi HP ternyata juga bias dipakai untuk mematangkan
sebutir telur seperti microwave.
Untuk membuktikannya, dibutuhkan:
- 1
butir telur dan 2 HP. Telur diletakkan di tengah-tengah kedua HP.
- 65
menit percakapan ke 2 HP tersebut.
- Buktikan!!!
Telur tersebut telah matang dan siap dimakan. Otak kita jg akan menjadi
matang bila terus menerus ditempelkan pada HP. Otak dan telur sama-sama
mengandung jumlah air dan protein.
- Mulailah
panggilan antara kedua HP selama kurang lebih 65 menit
- 15
menit tidak terjadi apa-apa
- Setelah
25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, buktikan sendiri!
Pada HP terdapat istilah transmitter yang
mengubah suara menjadi gelombang sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan
keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang
RF(radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.
Berikut beberapa penyakit dan kelainan yang
berpotensi timbul karena radiasi HP:
- Kanker
- Tumor
otak
- Alzheimer
- Parkinson
- Fatigue
(terlalu capai)
- Sakit
kepala
Penelitian yang berbeda menghasilkan hasil
yang berbeda. Ada yang menyatakan radiasi HP lebih banyak menyebabkan kanker
dan kelainan. Ada yang menyatakan bahwa radiasi HP tidak berhubungan dengan
kanker. Terlepas dari mana yang benar atau salah tentu kita sebaiknya perlu
untuk bersikap waspada dan mengantisipasi.
Tips Mengurangi Efek Radiasi Ponsel
1. Gunakan headset atau headphone nirkabel
(wireless) dengan emitor bluetooth berdaya rendah.
Cara ini menjauhkan pemancar sinyal dari
otak di kepala, namun tidak bisa mencegah risiko impotensi selama masih dikantongi
di celana. Perangkat bebas genggam nirkabel, misalnya bluetooth juga masih
memancarkan radiasinya sendiri meski lebih sedikit.
3. Usahakan menjauhkan ponsel setidaknya 1
inci/2,5 cm dari tubuh Anda.
4. Jangan terlalu sering meletakan hp dekat
ginjal, jantung dan kantung celana. bila ponsel melekat seharian di tubuh Anda,
letakkan dengan layar menghadap ke dalam. Bila tak digunakan sebaiknya taruh di
tas atau dompet.
5. Jangan simpan ponsel di kantong baju
atau celana
Otak bukan satu-satunya organ tubuh manusia
yang terpengaruh oleh radiasi ponsel. Untuk mengurangi risiko tersebut, ada
baiknya ponsel disimpan di tas kecil yang bisa dijinjng ke mana-mana. Karena,
baru-baru ini ilmuwan Hongaria menyimpulkan,pria yang terlalu sering menyimpan
handphone-nya di pinggang atau saku celana akan mengalami masalah kesuburan.
Juga bebarapa penelitian membuktikan, radiasi bisa mempengaruhi kualitas sperma
pria dan
meningkatkan risiko
kanker payudara
pada wanita.
6. Bila memungkinkan, gunakan ponsel dalam
kondisi sinyal terkuat. Semakin lemah sinyal, semakin banyak frekuensi radio
yang digunakan agar bisa terhubung.
7. Kirim SMS saja ketimbang menelepon bila
memungkinkan. Radiasi SMS lebih rendah ketimbang berbicara. Mengirim SMS juga
menjauhkan radiasi dari kepala Anda.
Radiasi yang dipancarkan saat berkirim
pesan singkat lebih sedikit dibandingkan saat menerima atau melakukan panggilan
suara. Selain itu, posisi ponsel saat berkirim pesan berada lebih jauh dari
kepala dibandingkan saat telepon.
8. Jangan simpan ponsel di bawah bantal
Meski sedang tidak digunakan, ponsel dalam
posisi stand by
(tetap menyala) masih memancarkan radiasi agar selalu terhubung dengan
jaringannya. Meletakkan ponsel di bawah bantal saat tidur akan mendekatkannya
dengan kepala sehingga otak akan terpapar radiasi sepanjang malam.
9. Jauhkan ponsel dari bayi dan jauh dari
perut jika Anda tengah hamil. Otak janin dan bayi paling rentan terhadap
radiasi.
10. Bacalah petunjuk pengguna untuk
mengetahui rincian lebih lanjut dan tindakan pencegahan dari bahaya radiasi.
11. Kurangi menelpon menggunakan HP dalam
gedung.
12. Kurangi atau jauhkan pemakaian untuk
anak-anak.
13. Gunakan hp yang radiasinya dibawah
level kelayakan
14. Gunakan casing (tutup)
antiradiasi
Berbagai produk untuk mengurangi radiasi
ponsel banyak ditawarkan di pasaran, mulai dari stiker antiradiasi hingga
casing khusus untuk ponsel cerdas yang radiasinya cukup tinggi. Sebuah
pengujian independen yang dilakukan majalah Wired
menunjukkan, beberapa merek casing
antiradiasi mampu mengurangi radiasi hingga 66,7 persen.
Walau demikian, tak perlu kita merasa cemas
secara berlebihan. Radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel, daya rusaknya tidak
sebesar radiasi yang ditimbulkan oleh radioaktif. Tapi, perlu kita
pertimbangkan juga bahwa sekecil apapun efek yang kita terima, kalau mengenai
secara terus menerus, akan mengakibatkan gangguan yang dahsyat juga nantinya.
(dari berbagai sumber)
Namun ada cara untuk mengantisipasi radiasi
telpon genggam:
• Pakailah bebas genggam (headset)
• Pakailah telepon yang antenanya sejauh mungkin dengan telinga kamu
• Panjangkanlah antena selama penggunaan
• Batasi penggunaan telepon di dalam gedung
• Batasi penggunaan telepon pada anak
• Pakailah bebas genggam (headset)
• Pakailah telepon yang antenanya sejauh mungkin dengan telinga kamu
• Panjangkanlah antena selama penggunaan
• Batasi penggunaan telepon di dalam gedung
• Batasi penggunaan telepon pada anak
Langganan:
Komentar (Atom)










.jpg)





















